Sebagaimana kita tahu propolis merupakan produk dari lebah yang sangat menolong menghindari penyakit apalagi menolong menanggulangi bermacam keluhan kesehatan. Namun bila di pasaran ada bermacam merek propolis dengan komposisi yang berbagai macam gimana memilah propolis yang terbaik untuk kesehatan kita.

Insya alloh Tulisan berikut ini berupaya menanggapi persoalan diatas dengan harapan bisa menolong konsumen memilah propolis yang terbaik untuk kesehatannya. Tulisan ini disusun bersumber pada tingkat persoalan yang wajib diajukan konsumen ada bermacam merek propolis yang ditawarkan.

Tingkat Persoalan Awal: Gimana KEAMANAN Serta KEHALALAN PRODUK PROPOLIS Buat DIKONSUMSI

Persoalan menimpa keamanan serta kehalalan produk ini mejadi proses pilih produk yang sangat mendasar. Tingkat persoalan keamanan serta kehalalan produk ini lebih didasarkan pada apakah produsen propolis mempunyai data- data riset terakreditasi kalau propolis yang dipasarkannya merupakan nyaman serta halal. Informasi–data tersebut merupakan:

1. Riset tidak memiliki senyawa pestisida serta antibiotik

Propolis yang dipasarkan dikala ini sebagian besar diambil dari tipe lebah budidaya( Apis Mellifera). Propolis yang diambil dari lebah tipe ini perpeluang besar tercemar pestisida serta antibiotic. terlebih bila berasal dari Daratan Amerika( amerika utara serta amerika selatan), Eropa, serta Asia tercantum Indonesia. Pestisida yang kerap dipakai oleh peternak lebah buat membasmi hama1) antara lain; Apistan®, fluvalinate, amitraz serta flumetrhin, Ada pula antibiotic yang kerap dipakai buat menanggulangi penyakit2) pada koloni lebah merupakan; Terramycin®, Tetracycline, Streptomycin, serta chloramphenicol. Pemakaian pestisida serta antibiotic ini hendak menyebabkan residu bahan beresiko pada bahan- bahan lebah tercantum dalam propolis. Oleh sebab itu ialah hak dari konsumen buat menanyakan apakah produk propolis yang dibelinya sudah leluasa dari residu senyawa pestisida serta antibiotic tersebut. Serta kewajiban untuk produsen buat membenarkan kalau propolis yang dipasarkannya sudah terbebas dari residu pestisida ataupun antibiotic. Bersumber pada pengalaman penulis sewaktu mendaftarakan salah satu produk propolis pihak tubuh POM cuma memohon menganalisa isi satu tipe antibiotic saja.

2. Riset tidak memiliki senyawa pencemar peluang usaha ippho santosa

Propolis yang dipasarkan dikala ini sudah hadapi sebagian tahapan dalam proses penciptaan mulai dari pemanenan, pemilihan, pengextrakan, pengemasan sampai proses pengiriman kepada distributor. Buat membenarkan kalau segala proses tersebut berjalan dengan nyaman serta tidak meninggalkan bahan pencemar semacam; logam berat( Hektogram, Pb, Cu dll), kuman, kaca ataupun faktor lain yang membahayakan hingga konsumen dapat menanyakan kepada produsen menimpa propolis yang dibelinya apakah telah terbebas dari bahan- bahan beresiko tersebut. Dikala ini Tubuh POM sudah lumayan baik mengecek propolis yang didaftarkan buat dipasarkan dari unsur- unsur beresiko ini, apalagi sudah ditambah dengan keharusan leluasa dari faktor Psikotropika narkotika serta bahan kimia obat.

3. Riset tidak memiliki faktor haram

Secara universal propolis serta proses pengolahan propolis tidak bersinggungan dengan unsur- unsur yang diharamkan kecuali ditambahkan oleh produsen dikala proses penciptaan. Namun buat menjamin produk yang hendak dibeli merupakan halal hingga konsumen dapat menanyakan apakah produsen mempunyai sertifikat halal ataupun mempunyai hasil uji laboratorium tidak memiliki faktor haram.

Tingkat Persoalan KEDUA: BERAPA TOTAL FLAVONOIDS DALAM PRODUK EKSTRAK PROPOLIS

Sehabis konsumen membenarkan kalau propolis yang ditawarkan oleh produsen merupakan nyaman proses pilih tahapan kedua buat memastikan propolis terbaik merupakan menanyakan kepada produsen menimpa kandungan Flavonoids dari propolis yang dipasarkannya.

Flavanoid merupakan senyawa melamin warna pada bagian- bagian tanaman yang mempunyai kedudukan sangat berarti buat system imunitas badan serta penyembuhan. Pada propolis senyawa ini dikumpulkan oleh lebah dari bagian- bagian tumbuhan semacam; bunga, batang, daun, pangkal, buah serta lain- lain.

Banyaknya isi flavonoid di dalam propolis secara simpel hendak menggambarkan mutu dari propolis yang ditawarkan produsen kepada konsumen. Dengan demikian hendak jadi galat kala menyamakan besar rendahnya mutu propolis yang terdapat di pasar cuma pada isi extract propolisnya saja.

Baca Juga : Strategi SEO Yang Berarti Dalam Bisnis Online

Penentuan mutu propolis bersumber pada isi propolis ataupun extract propolis tidak mempunyai standar yang disepakati secara internasional. Selaku contoh dipasaran ada propolis cair merek X yang mencantumkan konsentrasi 100% extract propolis. Penyebutan 100% extract ini bukan berarti di dalam kemasan propolis merek X tersebut isinya 100% extract propolis, sebab 100% extract propolis tentu berupa padatan lengket. Ada pula iktikad dari penyebutan 100% extract propolis merupakan produsen mengantarkan data kalau propolis yang dijualnya tersebut hasil dari melarutkan 1 bagian extract propolis ke dalam satu bagian pelarut. Nah dengan tata cara yang sama ada pula produsen yang mengatakan kalau propolis yang dijualnya memiliki 50% extract propolis. Angka 50% extract propolis ini menarangkan kalau produsen tersebut sudah menggabungkan satu bagian extract propolis ke dalam 2 bagian pelarut.

Di pasar pula ditemui produsen yang menjual propolis dengan isi 20% extract propolis ataupun 15% extract propolis. Yang diartikan dengan 20% extract ini merupakan 20 gr extract propolis dilarutkan ke dalam 100 ml pelarut. Maksudnya dalam tiap ml larutan propolis dengan isi 20% extract propolis ada 200mg extract propolis.

Dengan terdapatnya perbandingan standar penentuan isi propolis ini, menimbulkan propolis yang satu tidak dapat dibanding dengan propolis yang yang lain. Disisi lain manfaat propolis ini lebih didetetapkan oleh isi Flavanoid di dalam tiap propolis yang dipasarkan.

Ada pula isi Flavanoid ini umumnya tidak disebutkan oleh produsen secara tertulis di kemasan ataupun brosur yang dikeluarkan oleh produsen. Oleh sebab itu untuk konsumen yang hendak memilah propolis terbaik buat dikonsumsinya dapat menanyakan langsung ke orang dagang propolis ataupun ke produsen.

Tingkat Persoalan KEEMPAT: SEBERAPA STABILKAH NILAI KAPASITAS ANTIOKSIDAN YANG TERKANDUNG

Persoalan selanjutnya buat mengenali mutu propolis merupakan seberapa lama nilai dari kapasitas antioksidan propolis dapat bertahan. Perihal tersebut berarti buat kita tahu sebab propolis dengan penggunaannya satuan tetesan tidaklah produk yang wajib dihabiskan satu kemasan dalam sekali konsumsi. Namun umumnya satu kemasan digunakan dalam sesuatu jangka waktu tertentu.

Dalam permasalahan ini umumnya produsen cuma hendak mengatakan massa kadaluarsanya saja. Namun konsumen dapat mengenali dengan menanyakan pelarut yang digunakan, tata cara extraksinya semacam apa, serta ditaruh dalam kemasan semacam apa.

Tata cara extraksi tanpa proses pemanasan, pemakaian kemasan yang tidak tembus sinar merupakan salah satu jaminan untuk stabilnya nilai kapasitas anti oksidan dari propolis yang kita mengkonsumsi.

Demikian pemaparan terpaut dengan proses pemilihan propolis yang terbaik untuk para pengguna propolis ditengah banyaknya merek, serta tipe propolis yang terdapat di pasaran mudah- mudahan berguna.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *