Layaknya bekerja di kantoran, bekerja di dalam rumah sakit juga mengharuskan karyawannya mengenakan seragam tertentu. Namun, perbedaan utamanya adalah bahwa berbagai jenis seragam yang dikenakan di dalam rumah sakit atau lembaga medis mana pun adalah bahwa seragam tersebut memiliki tujuan khusus. Seragam kantor atau sekolah yang biasa dikenakan secara lebih spesifik untuk memberikan tampilan yang lebih formal dan seragam bagi karyawannya. Itu juga salah satu alasan mengapa seragam dibuat, tetapi atribut terpentingnya adalah untuk tujuan higienis dan fungsionalitas. Mungkin ada berbagai jenis seragam yang dikenakan oleh praktisi medis tetapi semuanya memiliki tujuan yang sama.

Salah satu seragam yang paling umum dikenakan oleh praktisi medis adalah lulur. Scrub sangat populer karena selalu dipakai oleh petugas medis saat bekerja di ruang operasi. Meskipun Anda belum pernah ke ruang operasi, jenis seragam medis ini masih mudah dikenali karena di film dan acara televisi biasanya terdapat karakter praktisi medis yang mengenakan lulur. Ini adalah salah satu hal pertama yang terlintas dalam pikiran ketika topik tentang konveksi seragam kerja seragam medis. Seragam populer lainnya yang dikenakan oleh praktisi medis adalah gaun lab. Ini biasanya dipakai oleh dokter segera setelah mereka pergi bekerja dan oleh teknisi medis yang bekerja di laboratorium.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, seragam medis memiliki tujuan “khusus” selain memberikan tampilan yang lebih formal dan seragam kepada karyawan untuk mewakili suatu institusi atau perusahaan. Seragam medis dirancang agar mudah dibersihkan dan pada saat yang sama memiliki fungsi yang bagus. Seperti yang diketahui orang, hampir semua jenis seragam medis berwarna putih atau berwarna terang. Ini agar praktisi medis dapat dengan mudah menentukan apakah seragam tersebut masih bersih atau tidak. Jika kotor harus segera diganti. Atribut lain atau seragam medis adalah komponennya minimal. Mereka dirancang sedemikian rupa sehingga kotoran dan zat berbahaya lainnya tidak akan terkumpul di bagian manapun dari seragam tersebut. Selain itu juga dibuat sedemikian rupa agar mudah dibersihkan. Ciri umum lain dari seragam medis adalah dibuat dengan kain tipis dan bahan nyaman lainnya. Praktisi medis harus selalu merasa nyaman dengan seragam mereka dan mereka harus dapat bergerak dengan bebas terutama jika mereka melakukan prosedur yang sensitif atau menghadapi situasi yang sulit.

Seragam medis bisa memiliki lebih dari satu bagian. Scrub, misalnya, terdiri dari atasan, celana, dan scrub cap. Terkadang, seragam lengkap juga bisa termasuk masker wajah dan sarung tangan. Seragam yang berbeda juga dikenakan di dalam fasilitas medis agar orang dapat dengan mudah membedakan karyawan medis yang bekerja di departemen yang berbeda. Seragam dapat bervariasi dalam warna atau desain tergantung pada kebijaksanaan manajemen rumah sakit atau institusi medis.

Seragam medis tersedia melalui toko-toko lokal atau bisa juga dibuat khusus oleh perusahaan medis. Karena jenis desain kemeja organisasi seragam ini tidak memiliki desain yang rumit dan hanya melibatkan bahan pakaian biasa, biasanya lebih murah dibandingkan dengan jenis seragam lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *